
Raka
Sang ketua dadakan, ditunjuk cuma karena IPK-nya paling tinggi. Perfeksionis yang ngerapiin semua kecuali janjinya sendiri.


Komedi Horor KKN · PG-13 · Novel
Lima mahasiswa "tim sisa" dibuang KKN ke desa terpencil — dan menemukan bahwa hantu yang ditakuti warga benar-benar ada, dan ia menagih persis seperti yang mereka lakukan tiap buka PowerPoint.
40 Hari. 0 Sinyal. 1 Hantu.
"Selamat datang. Mumpung masih terang." — bab 1Order Sekarang (Rp 49.000)
Ebook Rp 49.000 · dikirim langsung ke email w
Lima orang yang nggak saling kenal disatukan sebelas hari sebelum berangkat, gara-gara gacha penempatan KKN. Ketua ditunjuk lewat email — bukan karena layak, tapi karena IPK-nya paling tinggi. Tujuan mereka: Desa Gempita, titik terpencil yang katanya berhantu, tempat sinyal cuma nongol di satu sudut sawah.
Mereka datang bawa proposal "Smart Village" yang mengkilap, generik, dan nol fakta soal desanya. Janji-janji besar di atas slide. Seperti biasa.
Masalahnya, kali ini ada yang mendengarkan. Ada yang mencatat. Di dahan beringin tua, sesuatu membuka buku — teliti, sabar, hampir birokratis — lalu mulai menghitung. Ini bukan hantu yang lari mengejar sambil menjerit. Ini hantu yang membuka halaman, mencari namamu, dan menagih. Dan tujuh tahun lalu, ada satu tim KKN yang berjanji pada anak-anak desa lalu pergi diam-diam. Utang itu belum lunas.

Kamu DITANDAI saat mengucap janji keras-keras, lalu melanggarnya. Proposal muluk = lonceng makan malam.
Kamu DIAMBIL saat kabur meninggalkan utangmu — dibawa ke malam yang panjang.
Buku tagihannya nyata. Rapi, tak bisa dibohongi, benci kerja setengah hati. "Lebih sering kecewa daripada murka, seperti ibu lihat rapor."
"Janji itu utang. Dan utang itu pasti ditagih." — Mbah Jum, bab 11
Kedengarannya serem? Iya. Tapi tunggu sampai kamu tahu bagian yang bikin ngakaknya.
Komedi campur horor biasanya jatuhnya garing — salah satunya pasti mati. Di buku ini nggak. Dua rasa itu lahir dari aturan yang sama: karena tiap janji bikin kamu ditandai, kelompok jadi parno tiap mau ngomong, sampai ada yang usul rapat pakai bahasa isyarat — yang runtuh dalam 11 menit karena mustahil secara sosial. Kamu ngakak. Lalu, di halaman berikutnya, radio dangdut yang lagi kenceng tiba-tiba BERHENTI — bukan mengecil, berhenti — pas seseorang nyaris berjanji. Dan tawamu ikut berhenti.

Sisi terang · ngakak
Salah kostum di upacara adat, banner desa salah eja: "SELAMAT DATAN". Kecebur sawah demi konten sunrise, langsung dipivot jadi "survival tips".

Sisi gelap · merinding
Nonton bareng footage horor: satu sosok di dahan beringin diam sempurna saat seluruh frame bergetar. Radio dangdut yang tiba-tiba BERHENTI pas seseorang nyaris berjanji.
"Teror itu bukan ujung. Teror itu pancing." — Damar, bab 13
"Kalau benar ada buku, dan benar ada yang membacanya, namaku ditulis paling tebal."
— Raka, bab 12"Ada yang lebih buruk daripada percaya pada hantu, yaitu punya buktinya, dan tetap tak tahu apa-apa."
— bab 8…gelombang horor KKN & thread horor lokal — tapi mau yang lebih lucu, lebih satir, dan berakhir hangat.
…komedi observasional yang relatable soal hidup mahasiswa — tapi dengan taruhan horor sungguhan.
…folk horror Jawa & cerita mistis lokal — tapi dengan aturan dunia yang rapi dan bisa dipelajari, bukan mistis asal serem.
…coming-of-age kampus soal janji, integritas, dan tumbuh dewasa — dengan duri satir kelembagaan.
Intinya universal: siapa pun yang pernah janji lalu ngeles, atau hidup demi validasi orang lain, bakal kena. Nggak harus pernah KKN buat merasa ditampar pelan.

Sang ketua dadakan, ditunjuk cuma karena IPK-nya paling tinggi. Perfeksionis yang ngerapiin semua kecuali janjinya sendiri.

Hidup demi tatapan. Kecebur sawah pun bisa jadi konten; masalahnya di desa ini nggak ada sinyal buat nge-upload jati dirinya.

Ratu jargon rapat. Catatan lapangannya rapi banget, sayang aksinya nggak nyusul.

Sinis sebagai tameng. Orang pertama yang mecahin aturan main hantunya, dan orang pertama yang bilang "Kita sekuel."

Merasakan kehadiran itu duluan, ditertawakan 13 hari. Paling takut dianggap penakut — padahal dia yang paling waras.

Proposal untuk Hantu ditulis oleh Bara Aruna. Kalau kamu pernah begadang ngerjain proposal yang kamu sendiri nggak percaya, pernah janji "besok gue kerjain" ke grup KKN lalu ngilang, atau pernah ngerasain sinyal cuma ada di satu titik sawah — kamu bakal ngerasa buku ini nulis soal kamu. Karena penulisnya jelas pernah di sana.
Rp 49.000 · Ebook (PDF/EPUB)
Mau jadiin kado buat adik SMA atau teman anak KKN? Bilang aja di chat — aman PG-13, tanpa gore, dan endingnya menghangatkan.
Pesan SekarangPembayaran via transfer/QRIS · ebook dikirim langsung · harga transparan, tanpa biaya tersembunyi.

"Hantu itu cuma mahasiswa yang nggak selesai."
Kamu bisa terus bilang "nanti aja" — sampai ada yang menaruh HP telungkup buat kamu. Atau kamu buka bab pertamanya malam ini, ketawa, merinding, dan diam-diam ketampar pelan oleh kalimat yang bakal nempel berhari-hari.
Pesan SekarangHarga perkenalan Rp 49.000 berlaku untuk pembaca gelombang pertama.